VATIKAN - Pemimpin Tertinggi Gereja Vatican mendesak Uskup tradisional Richard Williamson yang membantah the Holocaust agar menarik kembali pernyataannya, jika dia masih tetap ingin menjadi pelayan Tuhan di Gereja Katolik Roma.
Paus Benediktus XVI mengaku, tidak tahu kalau penyangkalan Uskup Richard Williamson terhadap peristiwa the Holocaust ternyata tidak berubah meskipun wali gereja telah mengangkatnya kembali menjadi pelayan Tuhan dan lepas dari hukuman pengucilan bersama tiga Uskup tradisional lainnya bulan Januari lalu.
"Pernyataan Williamson tentang the Holocaust sama sekali tidak dibenarkan dan sungguh-sungguh ditolak oleh Tuhan," sebut keterangan pers yang dikeluarkan secara resmi oleh Vatikan seperti dilaporkan NYtimes, Rabu (4/2/2009).
Pada 24 Januari, Paus Benediktus kembali mengangkat Richard Williamson menjadi Uskup kembali setelah dihukum dan dikucilkan bersama empat Uskup tradisional lainnya pada 20 tahun lalu oleh Paus Paulus II. Hukuman tersebut ternyata tidak mengubah pendiriannya tentang peristiwa the Holocaust pada Perang Dunia II.
Williamson mengatakan dalam wawancara di Televisi Swedia beberapa waktu lalu, dia percaya tidak ada gas mematikan di dalam ruang pengungsi Yahudi pada Perang Dunia II.
Dia juga menyatakan, jumlah warga Yahudi yang tewas di Kamp Konsentrasi Nazi tidak lebih dari 300.000, bukan 6 juta warga Yahudi seperti yang diberitakan oleh para sejarawan selama ini.
Williamson juga berkomentar kebiadaban Yahudi dan Paus terus berlangsung di bawah kecaman rehabilitasi dirinya, meskipun peringatan dari para pemimpin Yahudi akan telah merusak hubungan Yahudi-Katolik secara serius dan mengakibatkan bangkitnya kembali gerakan anti semitism.
Jadilah Donatur Ob.or.id |
Kembali Ke Depan |
Artikel Sebelumnya |
10 Artikel Terbaik